Cari data  | Foto Kita  | Kesan-Pesan
Gambar dari HARY KARTONO
UN Susulan 49,25 Persen Tak Lulus
dari HARY KARTONO - Jumat, 4 Juni 2010, 08:56
  MALANG – Sedikitnya 162 siswa SMA se Malang Raya dipastikan tidak lulus, meski sudah menjalankan Ujian Nasional (UN) Susulan. Ironisnya, dari jumlah tersebut kota Malang sebagai kota pendidikan menyumbang ketidaklulusan terbanyak, disusul Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Hal di atas disampaikan Suwanto, Kepala Pendidikan Nasional (Kadiknas) Jatim kepada Malang Post di Jl. Gentengkali 33 Surabaya, Kamis siang.
‘’Tidak ada jalan lain, mereka yang tidak lulus harus ikut progam Kejar Paket C. Jika tidak, maka dia tidak memiliki ijazah kelulusan,’’ tandas Suwanto, yang masa kerjanya hanya tinggal dua hari ini.
Dari data yang dihimpun Malang Post menunjukkan, sepertinya tidak semua siswa yang tidak lulus saat UN diumumkan 27 April lalu, mengikuti UN Susulan. Buktinya, dari tiga wilayah di Malang Raya siswa SMA yang getol mengejar kelulusan di ajang UN Susulan hanya 1.124 siswa.
Secara rinci, UN Susulan SMA Kota Malang hanya diikuti 282 peserta saja. Dari jumlah ini 139 dinyatakan Tidak Lulus (TL) atau 49,25 persen.
Kemudian dari Kabupaten Malang, siswa SMA yang ikut UN Susulan tercatat 493 orang. Kemungkinan karena kualitas belajar yang dilakukan siswa UN Susulan lebih baik, maka hasilnya 15 orang atau 3,04 persen saja yang dinyatakan tidak lulus. Terakhir Kota Batu dari 187 peserta UN Susulan, yang tetap TL hanya 8 siswa saja atau 4,28 persen.
’’Angka-angka kelulusan kali ini, patokannya adalah jumlah peserta yang ikut UN Susulan. Sedang, yang tidak ikut UN Susulan tidak kita perhitungkan. Buat apa dihitung, kalau mereka tidak hadir ujian meski sudah diberi kesempatan mengulang,’’ papar Suwanto.
Seperti pernah diberitakan, hasil UN utama untuk Kota Batu dari 810 peserta, yang tidak lulus tercatat 242 orang. Kemudian dari Kota Malang dari 7.976 peserta yang tidak lulus 1.442 dan dari Kabupaten Malang dari 7.109 yang tidak lulus ada 703 siswa.
Dikatakan Suwanto, dari hasil UN Susulan yang dikirimkan Diknas Pusat menunjukkan, secara umum tingkat kelulusan di Jatim menjadi lebih baik dibanding angka kelulusan sebelumnya. Bahkan, tingkat kelulusan SMA mencapai 99,77 persen dan SMK 99,83 persen.
Jumlah peserta yang tak lulus di UN utama di Jatim 16.337 orang yang terdiri dari 6.555 siswa SMA/MA dan 9.782 siswa SMK. Setelah melalui UN susulan 10-14 Mei lalu, 17 siswa SMK dinyatakan tidak lulus atau setara 0,174 persen. Sedang SMA/MA yang tak lulus sebanyak 0,233 persen yaitu ada 15 orang se Jatim.
Ditanya soal ijazah yang diberikan ke siswa, Suwanto mengatakan, ijazah antara siswa yang lulus UN utama dan UN Susulan dipastikan tidak ada perbedaan sama sekali. Kalau pun ada perbedaan hanya tanggal dikeluarkannya ijazah antara UN utama dan UN Susulan.
‘’Ijazahnya sama. Bedanya, kalau UN utama tanggal dikeluarkannya lebih cepat dibanding ijazah siswa yang lulus setelah UN susulan. Selain itu tidak ada perbedaan lagi,’’ pungkasnya.